Vivo dan BP Batal Beli BBM Pertamina? Ini Klarifikasi Bahlil Lahadalia

banner 468x60
dok. Dian Erika/KOMPAS

IDNWATCH – Isu yang berkembang mengenai pembatalan rencana pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamina oleh dua raksasa energi, Vivo Energy dan BP, langsung mendapat respons tegas dari Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia. Sang menteri dengan lugas menyatakan bahwa pemberitaan tersebut tidak tepat dan proses komunikasi bisnis antara para pihak masih sangatlah aktif.

Bahlil Bantah Tegas: “Itu Tidak Tepat, Masih Dalam Komunikasi”

Menanggapi kabar yang beredar, Bahlil dengan tegas meluruskan informasi yang disebutnya sebagai tidak akurat. Ia menekankan bahwa proses negosiasi dan dialog antara Pertamina dengan kedua perusahaan energi global tersebut sama sekali tidak putus. “Itu tidak tepat. Mereka masih dalam komunikasi,” ujar Bahlil kepada awak media, seperti dikutip dari Kompas.com, Kamis (3/10/2025). Pernyataan singkat ini sekaligus meredam spekulasi yang sempat mencuat di kalangan publik dan pelaku industri.

banner 336x280

Mekanisme Bisnis ke Bisnis (B2B) Jadi Kunci Perundingan

Bahlil lebih lanjut menjelaskan bahwa proses yang sedang berjalan mengikuti skema bisnis ke bisnis atau Business to Business (B2B). Model ini menegaskan bahwa negosiasi penjualan BBM adalah ranah langsung antara Pertamina, sebagai badan usaha milik negara, dengan Vivo Energy dan BP sebagai calon pembeli. Pemerintah, dalam hal ini, bertindak lebih sebagai fasilitator untuk memastikan iklim investasi yang kondusif, bukan sebagai pihak yang mencampuri detail teknis perjanjian dagang.

Investasi Kilang dan Pasokan BBM Jangka Panjang Jadi Fokus

Rencana kerja sama ini tidak hanya sekadar transaksi jual-beli BBM semata. Laporan mengindikasikan bahwa pembicaraan juga menyentuh aspek yang lebih strategis, seperti komitmen investasi dalam pengembangan kilang dan jaminan pasokan BBM dalam kerangka jangka panjang. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendorong ketahanan dan kemandirian energi nasional melalui peningkatan kapasitas pengolahan dalam negeri.

Proses Masih Berjalan, Hasil Akhir Ditunggu Pasar

Dengan penjelasan Bahlil ini, dapat disimpulkan bahwa pemberitaan mengenai “pembatalan” adalah prematur. Komunikasi dan negosiasi antara Pertamina, Vivo Energy, dan BP masih terus berlangsung. Hasil akhir dari perundingan B2B ini sangat dinantikan oleh pasar, mengingat potensi dampaknya yang besar terhadap lanskap investasi dan ketahanan energi Indonesia di masa mendatang.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed