
IDNWATCH – Program Sekolah Rakyat Samarinda (SRS) akan kedatangan 12 tenaga pengajar baru yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Para guru relawan ini akan memulai tugas mengajar pada 15 Agustus 2025 di sekolah non-formal yang khusus melayani anak-anak dari keluarga kurang mampu tersebut.
Profil 12 Guru Relawan SRS
-
Ahmad Fajar (28) – Lulusan Pendidikan Matematika UNMUL, asal Balikpapan
-
Dewi Sartika (25) – Sarjana Bahasa Inggris UGM, relawan dari Yogyakarta
-
M. Ridwan (32) – Mantan guru honorer SDN 012 Samarinda
-
Sri Wahyuni (27) – Aktivis pendidikan anak jalanan, asal Surabaya
-
Budi Santoso (40) – Pengajar veteran dengan 15 tahun pengalaman
-
Anisa Fitriani (24) – Fresh graduate Pendidikan Khusus UNY
-
Rudi Hermawan (35) – Eks karyawan BUMN yang banting setir jadi pendidik
-
Linda Permata (29) – Relawan dari Komunitas Guru Bangsa
-
Agus Salim (31) – Spesialis pendidikan karakter
-
Maria Ulfa (26) – Relawan dari NTT yang khusus datang ke Samarinda
-
Firman Syah (33) – Mantan tentara yang beralih ke dunia pendidikan
-
Ratna Dewi (45) – Ibu rumah tangga yang aktif mengajar anak-anak tetangga
Sistem Pengajaran yang Akan Diterapkan
-
Kurikulum adaptif disesuaikan kebutuhan siswa
-
Pembelajaran tematik dengan pendekatan kontekstual
-
Kelas inklusif untuk anak berkebutuhan khusus
-
Pendidikan karakter sebagai fokus utama
“Kami memilih guru bukan hanya berdasarkan ijazah, tapi lebih pada passion dan komitmen mereka untuk pendidikan rakyat,” tegas Koordinator SRS, Ahmad Yani.
Kondisi Sekolah Rakyat Samarinda
-
Didirikan tahun 2022
-
Menampung 150 siswa usia 7-15 tahun
-
Biaya operasional bergantung pada donasi masyarakat
-
Lokasi di Jl. Pendidikan No. 45, Samarinda Ulu
Dukungan Pemerintah Daerah
Dinas Pendidikan Kaltim menyatakan akan:
-
Menyediakan bantuan operasional sekolah
-
Memfasilitasi pelatihan guru
-
Membantu pengadaan sarana belajar





















