
IDNWATCH – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa tidak main-main. Dalam sebuah forum terbatas bersama para petinggi dunia perbankan nasional, ia secara tegas menyentil lambatnya penyaluran dana program pemerintah yang telah disiapkan hingga Rp 200 triliun. Sentilan itu disampaikan dalam empat momen kunci yang menunjukkan betapa seriusnya ia mendorong kucuran kredit ke sektor riil, khususnya untuk UMKM dan program strategis nasional.
Momen 1: Pertanyaan Kritis Soal Realisasi di Lapangan
Purbaya membuka pembicaraan dengan pertanyaan langsung yang menohok. Ia meminta penjelasan detail dari perwakilan bank mengenai realisasi penyaluran dana hingga triwulan ketahun 2025. “Angkanya secara nasional masih jauh dari harapan. Saya ingin tahu, kendala di lapangan yang sebenarnya apa? Jangan sampai dana mengendap dan program pemerintah tidak jalan,” ujar Purbaya, seperti dikutip dari sumber internal yang hadir dalam pertemuan tersebut.
Momen 2: Penegasan bahwa Bukan Sekadar Pencairan
Di tengah presentasi salah satu bank, Menkeu menyela. Ia menegaskan bahwa tujuan dari alokasi dana sebesar itu bukan sekadar untuk dicairkan, tetapi harus sampai ke tangan pelaku usaha yang benar-benar membutuhkan. “Ini bukan soal mengejar target kredit. Ini soal bagaimana uang ini menjadi darah baru bagi usaha kecil, menciptakan lapangan kerja, dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi kita,” tegasnya. Pernyataan ini membuat seisi ruangan hening sejenak.
Momen 3: Kritik terhadap Birokrasi Bank yang Berbelit
Momen paling viral adalah ketika Purbaya menyoroti birokrasi internal bank yang dinilai masih terlalu berbelit dan berhati-hati berlebihan. “Saya dengar prosedurnya masih rumit. Syaratnya banyak sekali. Kalau kebijakan bank terlalu ketat, bagaimana mau cepat sampai ke masyarakat? Kita perlu terobosan, tidak bisa business as usual,” sentilnya. Ia meminta bank untuk menyederhanakan proses tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian.
Momen 4: Peringatan untuk Kolaborasi, Banyak Bekerja
Menutup pertemuan, Purbaya memberikan peringatan halus namun tegas. Ia menekankan bahwa pemerintah dan perbankan harus berkolaborasi, bukan saling menyalahkan. “Kita punya tujuan yang sama, memajukan ekonomi Indonesia. Saya minta komitmen yang lebih kuat. Tidak ada waktu untuk banyak bicara, sekarang waktunya banyak bekerja. Saya ingin melihat progress yang signifikan bulan depan,” tuturnya sebagai penutup yang berwibawa.
Keempat momen ini menjadi sinyal kuat bagi dunia perbankan untuk segera bergerak lebih cepat. Pemerintah tidak ingin ada lagi penundaan dalam menyalurkan dana stimulan tersebut untuk memacu pemulihan ekonomi.




















