
IDNWATCH – Anggota Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menegaskan bahwa sistem pertahanan yang kuat merupakan pondasi utama untuk membangun ekonomi tangguh. Pernyataan ini disampaikan dalam diskusi bertajuk “Ketahanan Nasional dan Stabilitas Ekonomi” yang digelar di Gedung DPR.
1. Keterkaitan Pertahanan dan Ekonomi
Dave Laksono menjelaskan tiga aspek kunci:
🛡️ Stabilitas keamanan menarik investasi asing
💼 Industri pertahanan dorong kemandirian teknologi
🌐 Ketahanan siber lindungi sektor finansial
2. Data Anggaran Pertahanan 2025
• Total alokasi: Rp 156,7 triliun (1,9% PDB)
• Pembangunan kekuatan utama: 45%
• Riset teknologi pertahanan: 15%
• Modernisasi alutsista: 40%
3. Dampak Positif bagi Ekonomi
Berdasarkan studi Kementerian Pertahanan:
📈 Kontribusi industri pertahanan capai Rp 87 triliun
👨🔧 Serap 350.000 tenaga kerja lokal
🏭 Tingkatkan komponen lokal hingga 65%
4. Tantangan yang Dihadapi
Ketua Komisi I DPR menyoroti:
⚠ Ketergantungan impor alutsista masih 55%
⚠ Kesenjangan teknologi dengan negara maju
⚠ Ancaman siber terhadap infrastruktur kritis
5. Solusi yang Ditawarkan
✔ Tingkatkan anggaran riset pertahanan
✔ Perkuat kerja sama industri swasta-militer
✔ Pengembangan SDM spesialis keamanan digital
6. Contoh Keberhasilan
• PT Pindad: Ekspor senjata ke 12 negara
• PT PAL: Produksi kapal perang kelas A
• PT DI: Pengembangan drone intai nasional
7. Proyeksi 2025-2030
• Swasembada alutsista 45% di 2030
• Anggaran pertahanan naik jadi 2,5% PDB
• Ekonomi pertahanan tumbuh 8% per tahun
Fakta Penting:
🔐 Indonesia peringkat 42 Global Firepower Index 2025
💰 Nilai pasar industri pertahanan ASEAN capai US$50 miliar
🛠️ 1.200 UMKM terlibat dalam rantai pasok pertahanan
Kata Pakar Ekonomi Pertahanan:
“Setiap Rp 1 triliun anggaran pertahanan berdampak ganda pada ekonomi,” ujar Dr. Rizal Sukma dari CSIS.
Diskusi ini dihadiri perwakilan Kemenhan, TNI, dan pelaku industri pertahanan.





















