Diskon Tiket Pesawat Dinilai Kurang Efektif sebagai Stimulus Ekonomi, Ini Penjelasan Pakar

banner 468x60
Foto: THINKSTOCK

IDNWATCH – Program diskon tiket pesawat yang digulirkan pemerintah sebagai bagian dari stimulus ekonomi mendapat sorotan dari sejumlah pakar. Alih-alih mendongkrak pertumbuhan ekonomi, kebijakan ini dinilai kurang tepat sasaran dan hanya memberi manfaat jangka pendek.

Diskon 30% Tak Sentuh Masalah Utama

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memberikan diskon hingga 30% untuk rute domestik guna mendorong mobilitas masyarakat. Namun, ekonom Faisal Basri menyatakan:
“Kebijakan ini seperti memberi obat penghilang rasa sakit, bukan menyembuhkan penyakit. Akar masalahnya adalah daya beli yang masih rendah, bukan harga tiket pesawat.”

banner 336x280

Siapa yang Sebenarnya Diuntungkan?

  • Maskapai penerbangan mendapat keuntungan dari peningkatan okupansi.

  • Masyarakat kelas menengah atas lebih banyak menikmati diskon dibanding kelompok ekonomi bawah.

  • Pemerintah daerah dengan sektor pariwisata kuat justru kewalahan menangani lonjakan wisatawan.

Alternatif Stimulus yang Lebih Efektif

Ekonom Aviliani menyarankan:
“Lebih baik alokasikan anggaran untuk perbaikan infrastruktur transportasi darat atau subsidi BBM. Itu akan berdampak lebih luas ke masyarakat kecil.”

Respons Kemenhub: Program Akan Dievaluasi

Dirjen Perhubungan Udara Maria Kristi Endah mengatakan:
“Kami terus memantau efektivitas program. Jika dinilai kurang tepat, tidak menutup kemungkinan ada penyesuaian.”

Dampak ke Sektor Pariwisata

  • Kunjungan wisatawan meningkat 15% di Bali dan Yogyakarta.

  • Namun, kualitas layanan dikeluhkan turis karena banyak hotel dan atraksi yang belum siap menerima kenaikan pengunjung.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *