

IDNWATCH – Bursa saham Indonesia kembali mencatatkan kinerja positif pada pekan yang ditutup pada Jumat (5/9/2025). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat 0,47 persen secara point-to-point (ptp) dalam sepekan. Pacuan ini mendorong total kapitalisasi pasar saham Indonesia mencapai Rp 14.211 triliun, menguat dari pekan sebelumnya.
Sentimen Global dan Kinerja Emiten Pacu Penguatan
Penguatan IHSG didorong oleh kombinasi sentimen global yang relatif stabil dan kinerja emiten-emiten unggulan yang cukup solid. Analis mencatat, sejumlah saham dari sektor perbankan dan komoditas menjadi penyokong utama kenaikan indeks selama sepekan terakhir.

“Pasar masih mencerna berbagai data ekonomi global dan respons kebijakan dari bank sentral utama. Namun, secara umum, sentimen cukup positif dan dimanfaatkan investor untuk akumulasi pada saham-saham fundamental kuat,” ujar seorang analis pasar modal, seperti dikutip Kompas.com, Sabtu (6/9/2025).
Kapitalisasi Pasar Melejit, Cetak Rekor Baru
Pencapaian kapitalisasi pasar yang menyentuh angka Rp 14.211 triliun menjadi indikator penting lainnya. Angka ini mencerminkan keyakinan investor terhadap prospek pertumbuhan perusahaan-perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam jangka panjang. Kenaikan kapitalisasi pasar tidak hanya didorong oleh kenaikan harga saham, tetapi juga oleh masuknya emiten-emiten baru yang memberikan suntikan segar bagi pasar modal domestik.
Sektor Perbankan dan Komoditas Jadi Primadona
Sepekan terakhir, sektor perbankan menunjukkan performa yang menggembirakan, ditopang oleh laporan kinerja emiten yang sehat dan proyeksi penyaluran kredit yang terus tumbuh. Sektor komoditas, khususnya batu bara dan minyak sawit, juga ikut menguat seiring dengan masih tingginya harga komoditas tersebut di pasar dunia, yang memberikan angin segar bagi emiten-emiten di sektor terkait.
Analis: Potensi Kenaikan Masih Terbuka, Perhatikan Faktor Eksternal
Melihat ke depan, analis memperkirakan IHSG masih memiliki potensi untuk melanjutkan penguatan, meskipun akan diwarnai oleh volatilitas. Investor disarankan untuk terus memantau perkembangan faktor eksternal, seperti kebijakan suku bunga The Fed dan dinamika geopolitik global yang dapat mempengaruhi sentimen pasar.
“Target berikutnya adalah menantang level resistance di zona 8.000. Dengan volume perdagangan yang masih bagus dan aliran dana asing yang net buy, peluang untuk test level tersebut masih terbuka,” pungkas analis tersebut.
Kinerja positif IHSG dan menguatnya kapitalisasi pasar menjadi sinyal optimisme bagi perekonomian Indonesia dan menarik minat lebih banyak investor, baik domestik maupun asing, untuk menanamkan modalnya di pasar saham tanah air.



















