
IDNWATCH – Langkah Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan kabinet (reshuffle) menyita perhatian media massa internasional, termasuk dari China. Media-media terkemuka China secara khusus menyoroti pergantian Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, yang selama ini dikenal sebagai sosok kawakan dan dianggap sebagai simbol stabilitas kebijakan ekonomi Indonesia di kancah global.
Global Times: “A New Era for Indonesia’s Economic Policy?”
Surat kabar Global Times, yang memiliki kedekatan dengan pemerintah China, memuat analisis mengenai dampak reshuffle kabinet Indonesia terhadap iklim investasi dan stabilitas ekonomi. Artikel tersebut mempertanyakan apakah keputusan Prabowo menandai dimulainya “era baru” dalam kebijakan ekonomi Indonesia.
“Penggantian Sri Mulyani, yang telah lama dipandang sebagai penjaga disiplin fiskal Indonesia, menimbulkan pertanyaan tentang arah kebijakan ekonomi ke depan. Pasar akan mencermati siapa penggantinya dan apakah kebijakan yang selama ini diterapkan akan berkelanjutan,” tulis Global Times, seperti dikutip Kompas.com, Rabu (10/9/2025).
Xinhua News: Soroti Reputasi Sri Mulyani di Mata Internasional
Kantor berita resmi China, Xinhua News Agency, juga memberitakan reshuffle tersebut. Pemberitaan Xinhua lebih banyak menyoroti reputasi internasional yang dimiliki Sri Mulyani dan pengalamannya yang sangat panjang dalam memimpin Kementerian Keuangan, termasuk saat Indonesia menghadapi krisis ekonomi global.
“Sri Mulyani adalah nama yang sangat dikenal dan dihormati di kalangan lembaga keuangan internasional seperti IMF dan Bank Dunia. Pergantiannya tentu akan menjadi perhatian para investor global yang selama ini melihatnya sebagai anchor of stability (jangka stabilitas),” dilaporkan Xinhua.
Analisis Kebijakan: Antara Kelanjutan dan Perubahan
Media-media China tersebut mencoba menganalisis kemungkinan arah kebijakan ekonomi Indonesia pasca Sri Mulyani. Sebagian analis yang dikutip meyakini bahwa Prabowo akan tetap mempertahankan prinsip-prinsip makroekonomi yang sehat untuk menjaga kepercayaan investor. Namun, ada juga yang berpendapat bahwa reshuffle ini bisa jadi momentum untuk kebijakan yang lebih ekspansif dan populistik, sesuai dengan janji kampanye Prabowo.
Dampak pada Hubungan Ekonomi Indonesia-China
Pemberitaan ini juga tidak lupa menyinggung dampaknya pada hubungan ekonomi bilateral Indonesia-China, mengingat China adalah mitra dagang dan investor terbesar Indonesia. Media China meyakini bahwa hubungan ekonomi kedua negara akan tetap kuat, tetapi perlu dicermati apakah akan ada penyesuaian kebijakan di sektor-sektor tertentu di bawah kepemimpinan menteri keuangan yang baru.
Sorotan media China terhadap reshuffle kabinet Prabowo, khususnya mengenai posisi Sri Mulyani, menunjukkan betapa pentingnya Indonesia dalam peta ekonomi global dan bagaimana kebijakan domestik Indonesia selalu diawasi dengan ketat oleh komunitas internasional.






















