
IDNWATCH – Menteri Koperasi dan UKM, Maman Abdurahman, menegaskan bahwa pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) harus fokus memenuhi kebutuhan pasar domestik sebelum berekspansi ke pasar global. Pernyataan ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional UMKM di Jakarta, sebagai bagian dari strategi penguatan ekonomi dalam negeri.
3 Strategi Utama Penguatan Pasar Domestik
-
Peningkatan Kualitas Produk
-
Sertifikasi halal dan SNI gratis untuk 50.000 UMKM
-
Pelatihan standarisasi produk berbasis teknologi
-
-
Digitalisasi Pemasaran
-
Integrasi dengan platform e-commerce nasional
-
Pelatihan digital marketing untuk 100.000 pelaku UMKM
-
-
Kemudahan Akses Permodalan
-
KUR khusus UMKM dengan bunga 3%
-
Program pembiayaan syariah untuk usaha mikro
-
“Pasar domestik kita sangat besar dengan 270 juta penduduk. Ini harus jadi kekuatan utama UMKM,” tegas Menteri Maman dalam paparannya.
Data Potensi Pasar Domestik
| Sektor | Nilai Pasar | Pertumbuhan Tahunan |
|---|---|---|
| Makanan & Minuman | Rp 1.500 triliun | 8.5% |
| Fashion | Rp 800 triliun | 12.3% |
| Kerajinan | Rp 350 triliun | 15.7% |
| Jasa Digital | Rp 700 triliun | 25.1% |
Dukungan Pemerintah
-
Kemendag: Program “Proudly Made in Indonesia”
-
Kemenperin: Pembangunan 100 sentra UMKM berbasis teknologi
-
Kemenkeu: Tax holiday untuk UMKM yang naik kelas
Respons Pelaku UMKM
Budi Santoso, pemilik UKM kerajinan Bali:
“Dengan fokus domestik, omzet kami tumbuh 40% tanpa tergantung ekspor.”
Target 2025-2026
-
50% UMKM go digital
-
30% produk UMKM tersertifikasi
-
Penyerapan tenaga kerja 5 juta orang



















