
IDNWATCH – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis pagi menguat 0,45% ke level Rp16.318 per USD, melanjutkan tren positif sejak tiga hari terakhir. Penguatan ini terjadi bersamaan dengan aliran modal asing yang masuk ke pasar surat utang negara.
Faktor Pendukung Penguatan Rupiah
-
Eksternal:
-
Pelemahan dolar AS secara global (DXY turun 0,3%)
-
Penurunan imbal hasil (yield) obligasi AS 10-tahun ke 4,15%
-
Kenaikan harga komoditas (minyak +2,1%, batu bara +1,8%)
-
-
Domestik:
-
Pembelian SUN oleh investor asing (Rp4,2 triliun net buy)
-
Data pertumbuhan ekonomi Q2-2025 yang solid (5,12% yoy)
-
Intervensi Bank Indonesia di pasar spot
-
Perbandingan Kurs 1 Minggu Terakhir
| Tanggal | Kurs (Rp/USD) | Perubahan |
|---|---|---|
| 10/8 | 16.450 | -0,25% |
| 14/8 | 16.395 | +0,33% |
| 16/8 | 16.355 | +0,24% |
| 17/8 | 16.318 | +0,45% |
Proyeksi Analis
-
Bank Mandiri: Potensi menguat ke Rp16.250 jika aliran modal terus masuk
-
Citi Indonesia: Waspada profit taking jelang akhir pekan
-
BI: Siap stabilkan volatilitas dengan triple intervention
Dampak ke Sektor Lain
-
Impor: Biaya logistik turun 1-1,5%
-
Utang Luar Negeri: Beban cicilan berkurang
-
Pasar Saham: IHSG dibuka naik 0,3%
Imbauan BI untuk Pelaku Usaha
Gubernur BI Perry Warjiyo mengingatkan:
“Manfaatkan momentum penguatan untuk lakukan hedging dengan bijak.”





















