
IDNWATCH – Kepolisian Daerah (Polda) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) sedang menyelidiki temuan tiga mayat yang mengapung di perairan wilayahnya. Salah satu dari ketiga korban telah berhasil diidentifikasi sebagai seorang penambang yang berasal dari Bengkulu. Temuan ini menimbulkan sejumlah pertanyaan dan diduga kuat terkait dengan aktivitas tambang ilegal yang masih marak di daerah tersebut.
Kronologi Penemuan dan Lokasi
Ketiga mayat tersebut ditemukan oleh nelayan setempat dalam kondisi yang sudah membusuk pada Rabu (20/8/2025). Lokasi penemuannya terpisah:
-
Mayat pertama ditemukan di perairan dekat Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka.
-
Mayat kedua ditemukan tidak jauh dari perairan Belinyu, Kabupaten Bangka.
-
Mayat ketiga ditemukan di perairan sekitar Pulau Lepar.
Setelah dievakuasi dan dilakukan pemeriksaan, ketiganya kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) untuk dilakukan proses identifikasi lebih lanjut.
Satu Korban Teridentifikasi sebagai Penambang dari Bengkulu
Kepala Bidang Humas Polda Babel, Kombes Pol. Andi S. Putra, membenarkan bahwa satu dari tiga korban telah berhasil diidentifikasi.
“Berdasarkan dokumen yang ditemukan pada jenazah dan pemeriksaan sidik jari, satu korban telah kami identifikasi sebagai Sdr. Rian (32), warga asal Kabupaten Bengkulu Selatan. Dari informasi awal, korban bekerja sebagai penambang timah di wilayah ini,” jelas Kombes Andi dalam rilis resminya.
Penyebab Kematian Masih Diselidiki
Penyebab kematian ketiga korban masih menjadi misteri dan menunggu hasil visum et repertum dari dokter forensik. Beberapa dugaan sementara yang diinvestigasi polisi:
-
Kecelakaan kerja saat menambang, yang menyebabkan mereka terhanyut atau tenggelam.
-
Konflik atau tindak kriminal di lokasi tambang.
-
Kecelakaan transportasi kapal atau perahu yang digunakan untuk menuju lokasi tambang.
Polisi: Diduga Kuat Terkait Tambang Ilegal
Aktivitas tambang timah ilegal (TI Apung) masih banyak beroperasi di perairan Bangka Belitung. Polisi menduga kuat insiden ini berkaitan dengan dunia pertambangan yang berisiko tinggi dan sering mengabaikan aspek keselamatan.
“Kami masih mendalami apakah korban bekerja di tambang resmi atau ilegal. Kami juga akan mengusut ada tidaknya unsur kelalaian atau kejahatan dalam kasus ini,” tambah Kombes Andi.
Imbauan kepada Keluarga
Polisi mengimbau kepada keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya untuk segera melapor dan melakukan pemeriksaan DNA guna memastikan identitas kedua korban lainnya yang belum dikenal.






















