
IDNWATCH – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto secara tegas membantah adanya manipulasi data pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tercatat sebesar 5,12% (y-on-y) pada kuartal II-2025. Pernyataan ini menanggapi sejumlah pihak yang meragukan validitas data Badan Pusat Statistik (BPS).
Poin-poin Klarifikasi Airlangga
-
Metodologi BPS:
-
Mengacu standar internasional (SNA 2008)
-
Melibatkan 3.000 tenaga survei lapangan
-
Data diverifikasi lintas kementerian
-
-
Indikator Pendukung:
-
Konsumsi rumah tangga tumbuh 5,01%
-
Investasi (PMTB) meningkat 6,99%
-
Ekspor naik 4,88%
-
“Setiap digit angka pertumbuhan ini diperoleh melalui proses yang transparan dan bisa dipertanggungjawabkan,” tegas Airlangga dalam konferensi pers.
Perbandingan dengan Negara Lain (Q2-2025)
| Negara | Pertumbuhan Ekonomi |
|---|---|
| Indonesia | 5,12% |
| Malaysia | 4,3% |
| Filipina | 5,8% |
| Vietnam | 6,1% |
| Singapura | 2,4% |
Dokumen Pendukung yang Dipublikasikan
-
Laporan lengkap BPS (126 halaman)
-
Data mikro dari 34 provinsi
-
Rekaman video proses survei lapangan
Respons dari Pakar Ekonomi
Ekonom INDEF Bhima Yudhistira mengkonfirmasi:
“Metodologi BPS memang credible. Yang perlu dikritisi adalah kualitas pertumbuhannya, bukan validitas datanya.”
Analisis Sektor Penopang Pertumbuhan
-
Industri Pengolahan (+5,8%)
-
Perdagangan (+5,3%)
-
Konstruksi (+6,1%)





















