
IDNWATCH – Menteri Sosial (Mensos) Juliari P. Batubara memastikan bahwa program Sekolah Rakyat yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto telah berjalan sesuai arahan dan menjangkau kelompok marjinal di berbagai daerah. Program ini bertujuan memberikan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
3 Ciri Khas Sekolah Rakyat Versi Presiden Prabowo
-
Lokasi Strategis
-
Didirikan di area padat penduduk dan daerah tertinggal
-
Menargetkan 1.000 lokasi di seluruh Indonesia hingga akhir 2025
-
-
Kurikulum Adaptif
-
Fokus pada literasi dasar dan keterampilan praktis
-
Integrasi dengan program beasiswa dan bantuan sosial
-
-
Pendidikan Karakter
-
Penanaman nilai nasionalisme dan empati sosial
-
Pembinaan oleh relawan dari berbagai latar belakang
-
“Sekolah Rakyat adalah wujud nyata komitmen Pak Prabowo untuk memastikan tidak ada anak Indonesia yang tertinggal dalam pendidikan,” tegas Mensos Juliari.
Progress Implementasi per Agustus 2025
| Wilayah | Jumlah Sekolah | Siswa Terdaftar |
|---|---|---|
| DKI Jakarta | 45 sekolah | 5.670 siswa |
| Jawa Barat | 78 sekolah | 9.200 siswa |
| Jawa Timur | 65 sekolah | 7.850 siswa |
| Indonesia Timur | 42 sekolah | 4.300 siswa |
Kisah Sukses: Andi, Lulusan Sekolah Rakyat yang Diterima di PTN
Andi Saputra (19) asal Tambora, Jakarta:
“Tanpa Sekolah Rakyat, saya tidak mungkin lulus SBMPTN. Di sini kami dapat bimbingan intensif dan motivasi tanpa bayar.”
Dukungan Lintas Kementerian
-
Kemendikbud: Penyediaan modul pembelajaran dan pelatihan guru
-
Kemensos: Bantuan sosial untuk siswa dan operasional sekolah
-
KemenPUPR: Rehabilitasi infrastruktur sekolah
Tantangan dan Strategi Ke Depan
-
Keterbatasan guru: Relawan mahasiswa dari kampus mitra
-
Infrastruktur terbatas: Pembelajaran hybrid dan mobile class
-
Anggaran: Skema CSR perusahaan dan donasi masyarakat






















