
IDNWATCH – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat rata-rata 800 laporan penipuan finansial (scam) masuk ke Indonesia Anti Scam Center (IASC) setiap harinya. Data per Agustus 2025 menunjukkan total kerugian masyarakat mencapai Rp 5,7 triliun, dengan modus yang semakin variatif dan sulit dideteksi.
5 Modus Scam Terbaru 2025
-
Deepfake Video:
-
Penipu gunakan AI wajah publik untuk promosi investasi bodong
-
Korban tertipu karena mengira video asli
-
-
Fake Government Programs:
-
Iming-iming bantuan pemerintah dengan potongan biaya administrasi
-
Mengatasnamakan kementerian/lembaga resmi
-
-
Romance Scam Plus:
-
Gabungan penipuan romansa dengan skema investasi
-
Target utama wanita usia 35-55 tahun
-
-
SMS OTP Berhadiah:
-
Hadiah menggiurkan dengan syarat kirim kode OTP
-
Akun banking korban langsung dikuras
-
-
Iming-iming Recovery Scam:
-
Menawarkan jasa pengembalian dana scam sebelumnya
-
Korban tertipu dua kali oleh pelaku sama
-
Data Korban & Kerugian
| Kategori | Jumlah | Kerugian Rata-Rata |
|---|---|---|
| Investasi Bodong | 65% | Rp 85 juta |
| Pinjol Ilegal | 20% | Rp 12 juta |
| Phishing Banking | 15% | Rp 25 juta |
Upaya Penanganan OJK
-
Blokir 2.500 platform investasi ilegal
-
Bekukan 350 rekening penampung dana scam
-
Kolaborasi dengan Interpol untuk buru pelaku lintas negara
Komentar Pakar Keamanan Digital
Dr. Andi Wijaya (Praktis Siber):
“Pelaku sekarang gunakan AI dan social engineering canggih. Masyarakat harus skeptis terhadap iming-imih return tinggi.”
Cara Melapor ke IASC
-
WhatsApp: 0811-1111-110
-
Website: anti-scam.ojk.go.id
-
Aplikasi: IASC Mobile (Android/iOS)






















