
IDNWATCH – PT Pertamina (Persero) segera menindaklanjuti lima rekomendasi strategis dari Ombudsman RI terkait penataan distribusi elpiji 3 kilogram bersubsidi. Langkah ini diambil setelah temuan 17.895 pengaduan masyarakat sepanjang 2024 tentang kelangkaan dan penyelewengan gas melon.
Rekomendasi Ombudsman yang Ditindak
-
Digitalisasi Penyaluran
-
Aplikasi MyPertamina untuk verifikasi penerima
-
QR Code khusus di tabung bersubsidi
-
-
Pengetatan Distributor
-
Evaluasi ulang 3.562 agen
-
Pencabutan izin 127 agen nakal
-
-
Sistem Pelacakan Real-time
-
GPS tracker di mobil distribusi
-
Integrasi data dengan Bea Cukai
-
-
Peningkatan Pengawasan
-
Satgas khusus pantau harga eceran
-
Hotline pengaduan 24 jam
-
-
Revisi Kuota
-
Penyesuaian alokasi per daerah
-
Tambahan 12% kuota untuk wilayah 3T
-
Data Implementasi Awal
| Indikator | Capaian |
|---|---|
| Agen tervalidasi | 2.850/3.562 |
| Tabung ber-QR Code | 45% dari total |
| Wilayah 3T terpenuhi | 68% |
Dampak yang Diharapkan
-
Penurunan kelangkaan dari 23% ke <5%
-
Penghematan subsidi Rp 1,2 triliun/tahun
-
Penurunan penyelewengan 40-60%
Tantangan yang Dihadapi
-
Pemalsuan QR Code sudah ditemukan di 4 daerah
-
Keterbatasan infrastruktur digital di pedalaman
-
Resistensi oknum distributor nakal
Jadwal Penyelesaian
-
September 2025: 100% agen tervalidasi
-
November 2025: 80% tabung ber-QR Code
-
Januari 2026: Evaluasi menyeluruh
















