
IDNWATCH – Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuat kejutan dengan memberhentikan Lisa Cook, salah satu gubernur The Federal Reserve, dari jabatannya. Pemecatan ini didasarkan pada dugaan keterlibatan Cook dalam praktik hipotek palsu (mortgage fraud) selama karir akademis dan profesionalnya sebelum bergabung dengan bank sentral AS.
Dugaan Pelanggaran Etik dan Hukum Masa Lalu
Pemecatan ini berangkat dari investigasi internal yang dilakukan oleh tim hukum Gedung Putih. Cook diduga terlibat dalam skema pengajuan dokumen hipotek yang tidak sesuai dengan prosedur dan mengandung unsur penipuan sekitar satu dekade lalu, sebelum ia diangkat menjadi Gubernur Fed.
“Atas rekomendasi penasihat hukum dan setelah meninjau bukti-bukti yang ada, saya memutuskan bahwa Dr. Cook telah melanggar standar integritas yang wajib dimiliki seorang pejabat The Fed. Kami membutuhkan orang-orang yang bersih di lembaga penting ini,” ujar Trump dalam sebuah pernyataan tertulis.
Proses Pemecatan yang Cepat dan Kontroversial
Sebagai presiden, Trump memiliki wewenang untuk memberhentikan anggota Dewan Gubernur The Fed “dengan alasan” (for cause). Namun, langkah ini menuai kontroversi karena dinilai politis dan dilakukan di tengah ketegangan antara Gedung Putih dan The Fed mengenai kebijakan suku bunga.
Dampak pada The Fed dan Pasar Keuangan
Pengamat kebijakan moneter Dr. Paul Krugman menyatakan kekhawatirannya.
“Pemecatan seorang gubernur Fed dengan alasan yang berbau masa lalu dan terkesan dipaksakan adalah preseden buruk. Ini berpotensi mengganggu independensi The Fed dan menimbulkan gejolak di pasar keuangan.”
Pasar saham AS bereaksi negatif terhadap berita ini, dengan indeks S&P 500 dan Dow Jones mengalami penurunan dalam perdagangan pagi.
Pembelaan dari Pendukung Lisa Cook
Para pendukung Cook membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai upaya pelemahan terhadap salah satu gubernur yang kerap bersikap kritis terhadap kebijakan ekonomi Trump. Mereka menilai ini sebagai bagian dari “perang” Trump terhadap institusi independen.
###Langkah Selanjutnya dan Pengganti
Trump dikabarkan telah menyiapkan calon pengganti yang dianggap lebih sejalan dengan visi ekonominya. Nominasi ini harus mendapatkan persetujuan dari Senat AS, yang diprediksi akan memicu perdebatan sengit antara partai Demokrat dan Republik.






















