Harga Cabai Rawit Rp49.768/kg & Bawang Merah Rp48.660/kg, Bapanas Pantau Ketersediaan Pangan

banner 468x60
dok. La Ode Muh Deden Saputra/ANTARA

IDNWATCH – Badan Pangan Nasional (Bapanas) melaporkan harga cabai rawit merah mencapai Rp49.768 per kilogram dan bawang merah Rp48.660 per kilogram berdasarkan pemantauan di pasar tradisional seluruh Indonesia. Kenaikan ini dipicu oleh beberapa faktor yang sedang ditangani pemerintah.

1. Data Harga Komoditas Volatil Terkini

Berdasarkan pantauan Bapanas per 24 Mei 2025:
🌶 Cabai rawit merah: Rp49.768/kg (naik 12% minggu lalu)
🧅 Bawang merah: Rp48.660/kg (naik 8% sejak awal bulan)
🧄 Bawang putih: Rp34.210/kg (stabil)

banner 336x280

2. Penyebab Kenaikan Harga

Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi menjelaskan:
✔ Pasokan berkurang akibat cuaca ekstrem di sentra produksi
✔ Distribusi terganggu karena kenaikan harga BBM
✔ Permintaan meningkat jelang Ramadan 2025

3. Langkah Penanganan Pemerintah

Strategi stabilisasi harga yang sedang dilakukan:
• Operasi pasar di 15 kota besar
• Impor terbatas melalui Bulog
• Penguatan cadangan di sentra produksi

4. Prediksi Harga Minggu Depan

Berdasakan model Bapanas:
📉 Cabai rawit: Diprediksi turun 5-7% setelah panen baru
📈 Bawang merah: Masih fluktuatif hingga awal Juni

5. Dampak pada Inflasi Nasional

BPS mencatat:
💰 Inflasi Mei 2025: 0,35% (terdorong bahan pangan)
📊 Kontribusi cabai-bawang: 0,12 poin dari total inflasi

6. Respons Asosiasi Petani

Ketua APPI (Asosiasi Petani Penyayang Indonesia):
“Petani justru tidak menikmati kenaikan harga karena tengkulak masih kuasai rantai pasok”

7. Tips Belanja Cerdas dari Bapanas

• Beli di pasar tradisional lebih murah 10-15%
• Manfaatkan pasar daring resmi (PeduliPangan app)
• Beli dalam jumlah besar dengan sistem patungan

Fakta Penting:
✔ Produksi cabai nasional capai 1,2 juta ton/tahun
✔ 60% bawang merah berasal dari Brebes, Nganjuk, dan Bima
✔ Harga tertinggi cabai rawit pernah mencapai Rp120.000/kg (2022)

Pernyataan Pakar:
“Pemerintah perlu intervensi lebih awal, bukan saat harga sudah melambung,” ujar Prof. Bustanul Arifin, ekonom pertanian.

Masyarakat diimbau tidak panik karena stok nasional masih aman untuk 3 minggu ke depan.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *