
IDNWATCH – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan resmi mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar Rp 761 triliun untuk tahun 2026. Angka ini meningkat 12,3% dari anggaran 2025 sebesar Rp 678 triliun dan memenuhi amanat konstitusi tentang 20% APBN untuk sektor pendidikan.
1. Rincian Alokasi Anggaran
Menteri Keuangan Sri Mulyani memaparkan pembagian dana:
✔ Pembangunan & Rehabilitasi Sekolah: Rp 189 triliun
✔ Tunjangan Guru & Tenaga Pendidik: Rp 167 triliun
✔ Bantuan Operasional Sekolah (BOS): Rp 142 triliun
✔ Beasiswa & Pendidikan Vokasi: Rp 112 triliun
✔ Riset & Teknologi Pendidikan: Rp 89 triliun
✔ Program Merdeka Belajar: Rp 62 triliun
2. Prioritas Utama 2026
Mendikbud Ristek Nadiem Makarim menyatakan tiga fokus utama:
-
Penyetaraan Fasilitas Pendidikan di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal)
-
Digitalisasi Sekolah melalui platform teknologi pendidikan
-
Peningkatan Kualitas Guru melalui pelatihan berkelanjutan
3. Anggaran untuk Guru & Dosen
Beberapa program baru untuk pendidik:
💰 Tunjangan Khusus Guru 3T naik 25%
💰 Insentif Sertifikasi untuk dosen vokasi
💰 Bantuan Kuota Internet diperpanjang hingga 2026
4. Proyek Infrastruktur Pendidikan
Pemerintah akan membangun:
🏫 2.500 unit sekolah baru
🏫 15.000 ruang kelas rehabilitasi
🏫 84 kampus vokasi di seluruh Indonesia
5. Respons dari Kalangan Pendidikan
Ketua PGRI Unifah Rosyidi menyambut baik:
“Kenaikan anggaran ini tepat sasaran, terutama untuk kesejahteraan guru. Kami harap realisasinya transparan”
6. Sumber Pendanaan
Anggaran ini berasal dari:
• 62% APBN Pusat
• 23% Transfer ke Daerah
• 15% Hibah & Pinjaman Luar Negeri
7. Pengawasan & Evaluasi
Menteri Keuangan menekankan:
“Kami akan terapkan sistem pengawasan real-time untuk pastikan dana tepat guna. Setiap rupiah harus dipertanggungjawabkan”
Fakta Kunci:
✔ Anggaran pendidikan terbesar dalam sejarah Indonesia
✔ Memenuhi 20,1% dari total APBN 2026
✔ Digitalisasi mencakup 100.000 sekolah di 2026
Pernyataan Presiden:
“Pendidikan adalah investasi terbaik untuk masa depan bangsa. Kami komitmen tingkatkan kualitas secara merata,” tegas Presiden Joko Widodo.
Rencana anggaran ini akan dibahas lebih detail dalam Rapat Kerja dengan DPR pekan depan.





















