
IDNWATCH – Program diskon tiket pesawat yang digulirkan pemerintah sebagai bagian dari stimulus ekonomi mendapat sorotan dari sejumlah pakar. Alih-alih mendongkrak pertumbuhan ekonomi, kebijakan ini dinilai kurang tepat sasaran dan hanya memberi manfaat jangka pendek.
Diskon 30% Tak Sentuh Masalah Utama
Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memberikan diskon hingga 30% untuk rute domestik guna mendorong mobilitas masyarakat. Namun, ekonom Faisal Basri menyatakan:
“Kebijakan ini seperti memberi obat penghilang rasa sakit, bukan menyembuhkan penyakit. Akar masalahnya adalah daya beli yang masih rendah, bukan harga tiket pesawat.”
Siapa yang Sebenarnya Diuntungkan?
-
Maskapai penerbangan mendapat keuntungan dari peningkatan okupansi.
-
Masyarakat kelas menengah atas lebih banyak menikmati diskon dibanding kelompok ekonomi bawah.
-
Pemerintah daerah dengan sektor pariwisata kuat justru kewalahan menangani lonjakan wisatawan.
Alternatif Stimulus yang Lebih Efektif
Ekonom Aviliani menyarankan:
“Lebih baik alokasikan anggaran untuk perbaikan infrastruktur transportasi darat atau subsidi BBM. Itu akan berdampak lebih luas ke masyarakat kecil.”
Respons Kemenhub: Program Akan Dievaluasi
Dirjen Perhubungan Udara Maria Kristi Endah mengatakan:
“Kami terus memantau efektivitas program. Jika dinilai kurang tepat, tidak menutup kemungkinan ada penyesuaian.”
Dampak ke Sektor Pariwisata
-
Kunjungan wisatawan meningkat 15% di Bali dan Yogyakarta.
-
Namun, kualitas layanan dikeluhkan turis karena banyak hotel dan atraksi yang belum siap menerima kenaikan pengunjung.





















