
IDNWATCH – Berjalan di bawah tumpukan kabel listrik dan telekomunikasi yang berseliweran bak sarang laba-laba raksasa sudah menjadi pemandangan sehari-hari bagi warga di wilayah Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat. Kondisi infrastruktur kabel yang semrawut dan memprihatinkan ini telah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa adanya upaya perapian yang serius dari pihak terkait, menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan warga.
Sarang Kabel di Udara, Warga Hidup Berdampingan dengan Ancaman Bahaya
Pemandangan di sepanjang Jalan Raya Kapuk dan sejumlah gang sempit di sekitarnya sungguh mengkhawatirkan. Puluhan bahkan ratusan kabel dengan berbagai ukuran dan warna menjuntai dari tiang ke tiang, saling melilit, dan membentuk gumpalan-gumpalan yang menggantung rendah. Banyak dari kabel-kabel ini yang sudah terlihat usang, terkelupas, dan membentuk lengkungan yang hampir menyentuh atap rumah atau kepala pengendara. “Ini sudah bertahun-tahun seperti ini, tidak pernah ada yang merapikan. Setiap hari kami lewat dengan was-was, apalagi kalau hujan dan angin kencang,” keluh Abdul Rahman, seorang warga setempat, seperti dikutip Kompas.com, Kamis (3/10/2025).
*Efek Domino: Gangguan Layanan hingga Risiko Konsleting Kebakaran
Kekacauan ini bukan hanya soal estetika, tetapi telah menimbulkan efek domino yang merugikan. Ketika salah satu kabel mengalami gangguan, proses perbaikannya menjadi sangat sulit karena sulitnya identifikasi kabel yang bermasalah di antara tumpukan yang semrawut. Hal ini sering berujung pada pemadaman listrik atau gangguan telekomunikasi yang berlarut-larut. Lebih mengerikan lagi, kondisi kabel yang sudah tidak terawat dan saling bergesekan meningkatkan risiko terjadinya konsleting listrik yang dapat memicu kebakaran, terutama di kawasan padat penduduk seperti Kapuk.
*Titik Lemah Koordinasi antar Penyedia Layanan
Akar permasalahan dari fenomena “sarang kabel” ini diduga kuat terletak pada lemahnya koordinasi dan penataan bersama antara berbagai penyedia layanan, seperti PLN untuk kabel listrik dan sejumlah operator telekomunikasi untuk kabel fiber optik dan telepon. Setiap pihak seemingly seenakunya menambah kabel tanpa ada mekanisme pengaturan dan pemeliharaan terpadu, sehingga menciptakan kekacauan yang terus menumpuk dari tahun ke tahun.
*Warga Menuntut Aksi Nyata, Bukan Sekadar Janji
Keluhan warga selama ini seolah hanya masuk ke lubang yang dalam. Meski sudah berulang kali melaporkan, kondisi nyata di lapangan tidak kunjung membaik. Warga menuntut aksi nyata dan langkah tegas dari Pemerintah Kota Jakarta Barat maupun para penyedia layanan untuk segera melakukan perapian dan penertiban kabel secara menyeluruh. Bagi mereka, keselamatan jiwa dan harta benda tidak bisa lagi ditukar dengan kelambanan dan pembiaran yang telah berlangsung terlalu lama. Situasi di Kapuk ini menjadi cermin betapa masalah infrastruktur dasar di Ibu Kota masih menjadi pekerjaan rumah yang sangat besar.






















